RENSTRA

KEBIJAKAN DASAR

A. Pendahuluan
Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional merupakan satu-satunya perguruan tinggi vokasional yang mengemban visi di bidang agraria dan tata ruang di Indonesia. Sebagai bagian dari STPN, dalam menjalankan mandatnya, Program Studi DIV Pertanahan dituntut untuk dapat menyediakan sumberdaya manusia yang unggul, berkualitas, kompeten dan profesional dan siap pakai untuk memenuhi kebutuhan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN. Selain itu, Prodi DIV juga mengemban amanat sebagai pelaksana pendidikan tinggi, dengan mengemban fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak lepas dalam tugas kesehariannya. Prodi DIV Pertanahan juga dituntut untuk mampu beradaptasi dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan dinamika masyarakat pada umumnya, serta ilmu pertanahan pada khususnya. Kontribusi nyata Prodi DIV Pertanahan dalam dunia keagrariaan dan penataan ruang tidak hanya sebatas menciptakan sumberdaya manusia yang unggul dan kompeten, tetapi juga mampu menjadi rujukan bagi bidang ilmu pertanahan dan tata ruang, baik secara teknis maupun sosial yuridis, yang tertuang dalam visi, misi, sasaran dan tujuan Prodi DIV Pertanahan.
Untuk dapat memenuhi amanat tersebut, diperlukan suatu rencana strategi yang jelas dan terstruktur yang menjadi acuan bagi lembaga dalam menjalankan program-programnya. Dengan tujuan tersebut, maka disususunlah Rencana Strategis Program Studi Diploma IV Pertanahan periode 2015-2019 yang merupakan penjabaran dari visi, misi, tujuan dan sasaran yang telah dirumuskan sebelumnya. Kedepannya, Rencana Strategis ini digunakan oleh seluruh jajaran sivitas akademika di lingkungan Program Studi DIV Pertanahan dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pengajaran.

B. Nilai-nilai dasar

Nilai-nilai dasar yang dianut dalam perumusan Rencana Strategis ini diantaranya adalah :

  1. Nilai-nilai Pancasila yang meliputi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.
  2. Nilai-nilai keilmuan yang meliputi nilai universalitas dan objektivitas ilmu, kebebasan akademik dan mimbar akademik, penghargaan atas kenyataan dan kebenaran guna keadaban, kemanfaatan dan kemaslahatan bersama.
  3. Nilai-nilai kebudayaan yang meliputi toleransi, hak asasi manusia dan keragaman.

C. Visi

Menjadi program studi vokasional pada jenjang Diploma IV yang unggul dan terkemuka di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang pada tahun 2020.

D. Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran vokasional di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang secara profesional dengan mengacu  pada perkembangan dunia pendidikan;
  2. Menyelenggarakan dan mengembangkan substansi keilmuan dan teknologi terapan di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang melalui kegiatan penelitian secara komprehensif dan interdisiplin;
  3. Menyelenggarakan dan mengembangkan model-model pengabdian dan pemberdayaan pada masyarakat di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang;
  4. Menyelenggarakan kerjasama dengan pemangku kepentingan di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang.

E. Tujuan

  1. Terwujudnya lulusan yang berkarakter mulia;
  2. Terwujudnya lulusan yang mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan terampil menggunakan teknologi terkini di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang;
  3. Terwujudnya lulusan yang memiliki daya analisis tentang hukum pertanahan, dan kemampuan menerapkan tata kelola di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang;
  4. Terwujudnya lulusan yang memiliki daya analisis sosial, ekonomi dan budaya dalam kebijakan agraria/pertanahan dan tata ruang;
  5. Terwujudnya lulusan yang memiliki kemampuan komprehensif dalam analisis spasial dan non spasial di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang;
  6. Terwujudnya lulusan yang mampu melakukan penelitian di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang dan menyajikannya dalam karya ilmiah baik secara mandiri maupun berkelompok;
  7. Terwujudnya kerjasama penelitian antara dosen dan taruna bersama pihak lain;
  8. Terwujudnya hasil-hasil penelitian yang mendukung eksistensi keilmuan agraria/pertanahan dan tata ruang dalam suatu kajian komprehensif dan interdisiplin;
  9. Terwujudnya lulusan yang mampu menerapkan model-model pengabdian pada masyarakat secara tepat;
  10. Terwujudnya karya-karya nyata pengabdian pada masyarakat yang mendukung upaya penyelesaian masalah di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang;
  11. Terwujudnya lulusan yang mampu membangun dan melaksanakan kerjasama dengan pemangku kepentingan di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang;
  12. Terwujudnya bentuk-bentuk kerjasama yang saling menguntungkan dengan unit-unit di lingkungan agraria/pertanahan dan tata ruang, organisasi profesi, perguruan tinggi lain, alumni, NGO dan pemangku kepentingan lainnya baik di dalam maupun di luar negeri.

F. Sasaran

  1. Sebanyak minimal 80% Taruna disiplin dalam kegiatan akademik dan mendapat nilai pengasuhan minimal baik;
  2. Sebanyak minimal 80% Taruna mampu menggunakan teknologi terkini di bidang pengukuran dan pemetaan pertanahan dengan minimal nilai B pada mata kuliah terkait;
  3. Sebanyak minimal 80% Taruna mampu menerapkan hukum pertanahan, dan tata kelola pertanahan dengan minimal nilai A/B pada mata kuliah-mata kuliah terkait;
  4. Sebanyak minimal 80% Taruna mampu menerapkan ilmu sosial ekonomi budaya dengan minimal nilai A/B pada mata kuliah-mata kuliah terkait;
  5. Sebanyak minimal 80% Taruna mampu melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL), Praktik Tata Laksana Pertanahan (PTLP), Kuliah Kerja Nyata Pertanahan (KKNP), dan Skripsi dengan minimal nilai A/B pada mata kuliah-mata kuliah terkait;
  6. Meningkatnya jumlah partisipasi Taruna dalam kegiatan penelitian ilmiah, baik secara mandiri maupun bersama-sama dosen;
  7. Meningkatnya jumlah dan kualitas penelitian dosen yang bersifat interdisipliner;
  8. Meningkatnya jumlah partisipasi Taruna dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat, baik secara mandiri maupun bersama-sama dosen;
  9. Meningkatnya jumlah dan kualitas pengabdian pada masyarakat yang mendukung upaya penyelesaian masalah di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang;
  10. Meningkatnya jumlah partisipasi Taruna dalam kegiatan yang melibatkan para profesional atau pemangku kepentingan di bidang agraria/pertanahan;
  11. Meningkatnya jumlah bentuk-bentuk kerjasama yang saling menguntungkan dengan unit-unit di dalam lingkungan agraria/pertanahan dan tata ruang, organisasi profesi, perguruan tinggi lain, alumni, NGO dan pemangku kepentingan lainnya baik di dalam maupun di luar negeri.

G. Strategi Umum Pencapaian

  1. Membangun dan mengembangkan budaya mutu Program Studi Diploma IV Pertanahan;
  2. Memperkuat peran prodi sebagai pengemban amanat tri dharma perguruan tinggi;
  3. Mewujudkan sistem perencanaan anggaran yang berbasis visi, misi, tujuan dan sasaran setiap unit;
  4. Membangun dan mengembangkan Sistem Informasi Akademik STPN sehingga menjadi handal, akuntabel dan mutakhir;
  5. Mewujudkan sistem pengelolaan administrasi yang paperless;
  6. Memperkuat kontribusi Prodi/STPN terhadap perumusan dan implementasi kebijakan atau program yang dicanangkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

ANALISIS SITUASI

Dalam rangka menerjemahkan visi, misi dan tujuan menjadi suatu tindakan nyata yang tertuang dalam sasaran dan rencana pencapaian, perlu dilakukan analisis situasi, yang bertujuan mengenali kondisi internal dan eksternal lembaga. Dengan memahami situasi internal dan eksternal, dapat dilakukan pemetaan SWOT (strengths, weaknesses, opportunity, threats) untuk merumuskan strategi umum dan menjabarkannya dalam timeframe yang realistis dan terukur. Analisis internal diarahkan untuk memahami kekuatan (strengths) dan kelemahan (weaknesses) yang dimiliki oleh Prodi DIV Pertanahan, sedangkan analisis eksternal digunakan untuk memahami kesempatan (opportunities) dan ancaman (threats) dalam mewujudkan visi dan misi.

A. Situasi Internal
1. Kekuatan.

a. Kultur, Kelembagaan dan Komitmen.

  1. Komitmen yang besar dari pimpinan untuk meningkatkan kualitas mutu prodi DIV Pertanahan.
  2. Prodi DIV Pertanahan merupakan satu-satunya perguruan tinggi vokasional yang mencetak tenaga pertanahan di bawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN.
  3. Seluruh lulusan Prodi DIV Pertanahan akan ditempatkan di seluruh kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN, dan akan menjadi praktisi pertanahan di Indonesia.
  4. Prodi DIV Pertanahan memiliki jaringan alumni yang sangat kuat dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
  5. Seluruh Taruna Prodi DIV Pertanahan melalui proses seleksi yang ketat yang disesuaikan dengan kebutuhan lembaga dalam meningkatkan kapasitas SDM yang dimiliki.
  6. Telah ada proses penjaminan mutu di lingkungan STPN dan Prodi DIV pada khususnya, yang dapat menjadi mekanisme kontrol dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran.

b. Akademik.

  1. SIAKAD sudah dapat difungsikan dengan baik, hanya dalam pemakaiannya perlu dioptimalkan.
  2. Prodi DIV Pertanahan menerapkan sistem vokasi, sehingga mahasiswa dapat lebih terkontrol dalam kehidupan kesehariannya melalui program pengasuhan.
  3. Prodi DIV Pertanahan telah melaksanakan metode pembelajaran Student Centered Learning serta mengacu pada Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
  4. Pengembangan kurikulum Prodi DIV dilakukan berdasarkan kebutuhan lembaga (Kementerian ATR/BPN), sehingga proses pembelajaran dapat tepat guna dan tepat sasaran sesuai kebutuhan lembaga.

c. Sumberdaya.

  1. 80% dosen Prodi DIV Pertanahan telah bersertifikat pendidik.
  2. Regenerasi dosen telah terlaksana dengan baik, dengan adanya pola pengasuhan bagi dosen-dosen muda/calon dosen.
  3. Prodi DIV Pertanahan memiliki tenaga pendidik yang berkualitas dan kompeten di bidangnya.
  4. Prodi DIV Pertanahan memiliki dukungan fasilitas yang memadai untuk menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pengajaran, seperti perpustakaan, laboratorium, asrama, koneksi internet dan lain sebagainya.
  5. Prodi DIV Pertanahan memiliki sumberpembiayaan yang berasal dari APBN.

2. Kelemahan.
a. Kultur, Kelembagaan dan Komitmen.

  1. Sistem tata kelola administrasi Prodi masih menginduk kepada institusi STPN, sehingga dalam beberapa hal Prodi kurang memiliki keleluasaan dalam pengelolaan dana, SDM dan penentuan kebijakan praktis.
  2. Struktur organisasi saat ini menyebutkan bahwa pengelolaan administrasi akademik dilakukan oleh Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (AAK). Dalam hal ini, antara AAK dan Prodi belum terjalin hubungan dan komunikasi yang efisien, sehingga terdapat kerancuan dalam pembagian tugas dan kewenangan.
  3. Penjaminan mutu yang ada belum secara efisien melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja dosen, tenaga kependidikan dan kegiatan pendidikan dan pengajaran.
  4. Siklus penjaminan mutu belum dilaksanakan secara optimal di lingkungan Prodi.
  5. Belum ada mekanisme pemberian reward dan sanksi yang jelas bagi tenaga pendidik dan pengajar.
  6. Sistem administrasi dan dokumentasi Prodi DIV Pertanahan belum berjalan secara efektif.

b. Akademik.

  1. Tinjauan terhadap kurikulum belum dilakukan secara berkala.
  2. Kurikulum yang ada belum mampu menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pertanahan saat ini, terutama dalam bidang adaptasi teknologi informasi.
  3. Meskipun SIAKAD sudah diimplementasikan dan dapat digunakan, tetapi belum semua dosen dan tenaga pendidik yang menggunakan SIAKAD dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran.
  4. Proses rekruitmen mahasiswa baru masih menginduk kepada Pusat (Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN), Prodi kurang terlibat dalam menentukan kualifikasi calon mahasiswa.
  5. Anggaran pengelolaan akademik tergantung kepada alokasi DIPA yang diberikan oleh Pusat (Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN), sehingga prodi kurang memiliki keleluasaan dalam penentuan alokasi dana.
  6. Kegiatan PKL dan pengabdian masyarakat belum dilaksanakan secara terstruktur dan efisien.

c. Sumberdaya.

  1. Dosen yang ada belum seluruhnya mengampu mata kuliah sesuai dengan kompetensi masih-masing.
  2. Lemahnya budaya menulis dan publikasi di kalangan para dosen dan mahasiswa.
  3. Kurangnya tenaga administrasi untuk pelaksanaan dan pengelolaan tupoksi Prodi.
  4. Kurangnya fasilitas laboratorium praktik seperti komputer dan alat ukur.
  5. Struktur kelembagaan dimana para dosen berada di bawah koordinasi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN menyebabkan para dosen tidak dapat bersaing dalam hibah penelitian/beasiswa dari lembaga pendidikan lain, seperti DIKTI.
  6. Kurangnya pengetahuan staf pengelola prodi dalam perencanaan anggaraan dan pengelolaan keuangan sesuai dengan peraturan yang ada.
  7. Kurangnya keterlibatan dosen dalam organisasi profesi.

B. Situasi Eksternal
1. Peluang

  1. Pentingnya peran Profesi Pertanahan di setiap negara dan adanya pasar terbuka di beberapa kelompok negara membuka peluang bagi Prodi DIV untuk membina jejaring internasional dan meningkatkan perannya di level Asean dan Internasional;
  2. Objek kajian pertanahan menjadi semakin tegas dan luas dengan berlakunya Perpres Nomor 17 Tahun 2015 tentang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dan  Perpres Nomor 20 Tahun 2015 tentang Badan Pertanahan Nasional;
  3. Adanya dukungan yang kuat dari praktisi BPN di Kanwil atau Kantah terhadap kemajuan STPN;
  4. Adanya dukungan dari alumni Pendidikan Agraria (Kapti Agraria) terhadap kemajuan STPN;
  5. Prodi DIV Pertanahan masih berpeluang untuk menjaring mahasiswa dari berprestasi dari umum dikarenakan terbukanya lapangan kerja bagi lulusan DIV Pertanahan di bidang pertanahan;
  6. Prodi DIV Pertanahan masih berpeluang untuk menjaring mahasiswa dari kerjasama institusi yang bergerak di pertanahan terutama Pemerintah Daerah;
  7. Adanya kesadaran yang tinggi tentang pentingnya pendidikan karakter di perguruan tinggi.

2. Ancaman (Threat)

  1. Akreditasi Prodi DIV Pertanahan yang nilainya C;
  2. Manajemen Aparatur Sipil Negara menuntut adanya tenaga yang profesional di bidangnya sehingga menuntut kompetensi lulusan yang lebih spesifik.
  3. Ancaman pembubaran bagi perguruan tinggi kedinasan yang tidak memiliki eksistensi keilmuan yang unik dan dapat diselenggarakan secara efisien;
  4. Ancaman daya saing dari beberapa perguruan tinggi yang telah secara sistematis menjadikan pertanahan sebagai salah satu objek kajian intensif dalam wadah “Kelompok-Kelompok Studi”;
  5. STPN sangat bergantung pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Karakteristik manajemen perguruan tinggi sangat berbeda dengan manajemen di kantor. Oleh karena itu, manajemen STPN yang menyamakan cara-cara pengelolaan STPN dengan kantor merupakan ancaman bagi kemajuan STPN;
  6. Anggaran Rupiah Murni APBN untuk STPN dari Kementerian Agraria/BPN yang tetap dan bahkan semakin menurun dari tahun ke tahun.

C. Strategi Umum

  1. Meningkatkan nilai akreditasi dengan melakukan perbaikan sistem pengelolaan Perguruan Tinggi seperti yang diamanatkan pada standar-standar Pendidikan Tinggi;
  2. Mencari alternatif solusi bagi tercukupinya ketersediaan anggaran dan penggunaan anggaran sehingga tercipta organisasi yang efektif;
  3. Sebagai organisasi yang sudah cukup matang, sudah seharusnya para stakeholders program studi memahami semua aspek yang terkait dengan kegiatan program, yakni visi, misi, tujuan, dan sasaran program studi. Pengelola harus secara rutin dan berkesinambungan melakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholders, khususnya kepada dosen, karyawan, dan mahasiswa;
  4. Perencanaan regenerasi staf pengajar dan tenaga pengajar segera direalisasikan dan dirancang secara matang dan komprehensif;
  5. Prodi mendorong peningkatkan profesionalisme dan kemampuan lulusannya dengan memfasilitasi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan soft skill mahasiswa antara lain dengan meningkatkan kemampuan komunikasi dalam bahasa asing, leadership training, prophetic skill training, dan entrepreneurship training;
  6. Peningkatan suasana akademik dilakukan dengan peningkatan kuliah tamu baik dari dalam maupun dari luar negeri, penyediaan majalah ilmiah dan buku-buku yang lebih lengkap, akses internet yang diperluas, dan tempat kerja mahasiswa yang lebih representatif dan nyaman;
  7. Pengembangan Prodi DIV menjadi Politeknik yang terbagi menjadi beberapa Program Diploma dengan bidang kajian yang lebih khusus diperlukan untuk meningkatkan profesionalisme lulusan;
  8. Untuk meningkatkan daya saing Prodi DIV Pertanahan perlu mendorong peningkatan publikasi ilmiah melalui majalah maupun seminar tingkat internasional. Penelitian dan publikasi melibatkan mahasiswa baik sebagai peneliti maupun presentator. Strategi lain untuk melakukan antisipasi pesatnya perkembangan profesi pertanahan adalah dengan pengiriman staf dosen ke berbagai negara untuk post doctoral dan menjalin kerjasama penelitian dengan institusi yang dituju.
  9. Meningkatkan efisiensi dan tata kelola administrasi di lingkungan Prodi, yang meliputi pembenahan sistem, sumberdaya maupun tata kelola organisasi.

SASARAN DAN PROGRAM TAHUNAN
2015-2019

1. Membangun dan mengembangkan budaya mutu Program Studi Diploma IV Pertanahan  
Indikasi Output Program Kegiatan Capaian kegiatan
Sistem penjaminan mutu Prodi DIV Pertanahan berjalan efektif dan efisien Audit internal Prodi dan UPA dilaksanakan setiap satu tahun sekali. Audit internal  Prodi dan UPA. Efektif dimulai 2015
Melaksanakan monitoring dan evaluasi Prodi dan UPA setiap satu tahun sekali. Monitoring dan evaluasi Prodi dan UPA. Efektif dimulai 2015
Melaksanakan monitoring dan evaluasi pembelajaran setiap semester bagi seluruh sivitas akademika setiap satu tahun sekali. Monitoring dan evaluasi kinerja dosen. Efektif dimulai 2015
Monitoring dan evaluasi kinerja tenaga kependidikan.
Monitoring dan evaluasi mahasiswa.
Melakukan rekam jejak alumni setiap satu tahun sekali. Tracer study alumni. Efektif dimulai 2015
2. Memperkuat peran prodi sebagai pengemban amanat tri dharma perguruan tinggi;
Indikasi Output Program Kegiatan Capaian kegiatan
Mewujudkan lulusan Prodi DIV Pertanahan yang unggul, kompeten dan profesional di bidang pertanahan. Meningkatkan kualitas lulusan Taruna Prodi DIV dalam bidang keilmuan, akhlak dan etika profesi. Mengintegrasikan pendidikan karakter dalam Rencana Pembelajaran Semester pada setiap mata kuliah. Efektif dimulai 2015.
Menempatkan nilai pengasuhan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam penilaian prestasi taruna. Efektif dimulai 2015.
Melibatkan Taruna dalam forum-forum pengenalan ilmu dan teknologi terkini. Efektif dimulai 2016.
Terdapat taruna yang berhasil mengembangkan ilmu dan teknologi terkini. 2018.
Menerapkan sistem pembelajaran berbasis taruna. 2015.
Bimbingan khusus terhadap taruna yang mengalami kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran. 2015.
Meningkatkan kualitas dosen dan tenaga pendidik dalam melaksanakan tri dharma pendidikan. Melibatkan dosen dalam forum-forum pengenalan ilmu dan teknologi terkini. 2015.
Menyesuaikan sistem penilaian mahasiswa dengan berbasis taruna. 2015.
Meningkatkan sarana, prasarana dan kualitas pelayanan yang mendukung proses kegiatan belajar dan mengajar. Memberdayakan UPA laboratorium yang terkait dengan ilmu dan teknologi terkini. 2016.
Mengaktifkan laboratorium sengketa tanah. 2016.
Menyelenggarakan kegiatan yang dapat mendukung kegiatan akademis. Menyelenggarakan forum kajian pertanahan. 2016.
Menyelenggarakan kuliah umum dengan praktisi pertanahan sebagai nara sumber. 2015.
Menyelenggarakan kajian kasus pertanahan secara rutin. 2017.
Menyelenggarakan seminar pertanahan dalam skala nasional. 2017.
Menyelenggarakan seminar pertanahan dalam skala internasional. 2018.
Penelitian pertanahan dilaksanakan oleh Prodi menjadi rujukan nasional serta responsif dan aplikatif terhadap kebutuhan lembaga Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Meningkatkan kapasitas dosen dalam pelaksanaan penelitian. Melakukan pelatihan dan workshop penulisan ilmiah. 2017.
Hasil karya dosen dimuat dalam jurnal ilmiah terakreditasi nasional. 2017.
Hasil karya dosen dimuat dalam jurnal ilmiah terakreditasi internasional. 2018.
Meningkatkan keterlibatan dan kemampuan mahasiswa dalam kegiatan penelitian. Memberlakukan ketentuan skripsi mahasiswa merupakan tema yang up to date dan menggunakan ilmu dan teknologi terkini. 2016.
Mata kuliah metodologi penelitian, PTLP, dan KKNP dijadikan rujukan dalam menyusun proposal penelitian. 2016.
Mahasiswa diberi kesempatan untuk mengikuti forum ilmiah. Efektif dimulai 2016.
Meningkatkan kualitas dan layanan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan penelitian. Menambah jumlah koleksi jurnal nasional dan internasional. 2017.
Menyesuaikan anggaran penelitian sesuai dengan kebutuhan peneliti. Efektif dimulai 2017.
 

 

Meningkatkan jumlah publikasi ilmiah. Memberi reward kepada dosen dan mahasiswa yang dapat menerbitkan tulisan pada jurnal ilmiah terakreditasi nasional/internasional Efektif dimulai 2016.
Menganggarkan dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam forum ilmiah tahunan. Efektif dimulai 2017.
LIBBRA berjalan efektif. 2016.
Hasil penelitian yang up to date, tepat sasaran dan aplikatif. Prodi berperan aktif dalam kegiatan pengelolaan  penelitian. 2016.
Mengoptimalkan fungsi lembaga penelitian. 2017.
Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan berkontribusi nyata dalam bidang pertanahan dan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan tepat sasaran dan memberi kemanfaatan yang optimal bagi masyarakat. Terdapat rumusan model-model pengabdian masyarakat bagi dosen dan mahasiswa. 2017.
Mengintegrasikan kegiatan kemahasiswaan dengan pengabdian masyarakat. 2018.
Memberi kesempatan kepada taruna untuk melakukan pengabdian masyarakat secara mandiri. Efektif dimulai 2017.

 

 

Laboratorium desa berperan optimal. 2018.
Mengoptimalkan program KKNP. 2017.
Menyusun roadmap pengabdian masyarakat jangka pendek maupun menengah. 2016.
3. Mewujudkan sistem perencanaan anggaran yang berbasis visi, misi, tujuan dan sasaran setiap unit.
Indikasi Output Program Kegiatan Capaian kegiatan
Menerapkan prinsip transparan dan akuntabel dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran.

 

Membenahi efisiensi perencanaan dan pengelolaan anggaran. Terdapat SDM Prodi yang memahami sistem dan mekanisme penganggaran. 2015.
Melakukan workshop tentang perencanaan dan pengelolaan anggaran. 2015.
Seluruh UPA memiliki roadmap pengembangan yang jelas dan terukur. 2018.
Melaksanakan monitoring dan evaluasi pengelolaan anggaran. 2016.
4. Membangun dan mengembangkan Sistem Informasi Akademik STPN menjadi handal, akuntabel dan mutakhir.  
Indikasi Output Program Kegiatan Capaian kegiatan
Seluruh proses penyelenggaraan akademik terkomputerisasi dan online. Pembenahan terhadap sistem tata laksana administrasi kependidikan yang sudah ada. Mengoptimalkan jaringan internet dan intranet. 2017.
Tata kelola SIAKAD berjalan optimal. 2017.
Terdapat tenaga IT untuk mendukung kinerja prodi. 2016.
Pembelajaran berbasis e-learning. 2019.
5. Mewujudkan sistem pengelolaan administrasi yang paperless;
Indikasi Output Program Kegiatan Capaian kegiatan
Tata kelola administrasi pendidikan dilaksanakan secara paperless. Komputerisasi tata kelola pendidikan. Digitalisasi data pendidikan. 2018.
Membangun sistem informasi pendidikan. 2019.
Seluruh bagian memiliki perangkat komputer yang tersambung internet maupun intranet. 2017.
Seluruh bagian memiliki setidaknya satu tenaga operator komputer untuk mengelola data digital. 2016.
Website Prodi telah berfungsi optimal. 2017.
6. Memperkuat kontribusi Prodi/STPN terhadap perumusan dan implementasi kebijakan atau program yang dicanangkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang.
Indikasi Output Program Kegiatan Capaian kegiatan
Prodi berperan aktif dalam mendukung proses pengambilan keputusan oleh Pimpinan ATR/BPN. Mengembangkan jejaring ke dalam. Seluruh hasil penelitian dikembangkan menjadi policy brief dan disampaikan kepada Pimpinan ATR/BPN. Efektif dimulai 2016.
Menyelenggarakan diskusi terkait topik pertanahan terkini dan melibatkan unsur Pimpinan ATR/BPN. 2017.
Mengembangkan jejaring ke luar. Dosen terlibat  aktif dalam organisasi profesi dan forum ilmiah. 2016.
Terbentuk Unit Kerjasama di lingkungan Prodi DIV Pertanahan. 2017.
Memiliki 5 jejaring kerja sama dengan lembaga dalam negeri. 2018.
Memiliki 1 jejaring kerjasama dengan lembaga luar negeri. 2019.

PENUTUP

KAIDAH PELAKSANAAN

Rencana Strategis 2015-2019 ini menjadi landasan penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan Prodi DIV Pertanahan dan unit-unit pelaksananya. Operasionalisasi rencana strategis ini akan dituangkan dalam dokumen rencana operasional (RENOP) yang dilengkapi dengan penetapan target dan indikator kinerja program serta unit kerja yang menjadi penanggungjawab dalam implementasi. Pendanaan implementasi renstra ini berasal dari anggaran pemerintah dan sumber-sumber Iainnya. Monitoring dan evaluasi akan diselenggarakan secara berkala untuk menilai implementasi dan ketercapaian target kinerja. Penyesuaian renstra dapat dilakukan apabila terjadi perubahan lingkungan internal maupun eksternal yang belum terantisipasi pada saat penyusunan dan menjadi kendala dalam implementasi renstra. Penyesuaian dilakukan atas inisiatif Pimpinan Prodi DIV Pertanahan yang diajukan kepada Ketua STPN dan Dewan Senat untuk mendapat persetujuan.